Air Keruh & Asin di Musim Kemarau: PDAM Pontianak Dipertanyakan — Pengolah Air Bersih atau Sekadar Penyedot Air Sungai

Sebar Info Ini

Sinardetektif.com PONTIANAK — 25/08/2026. Keluhan kualitas air bersih yang disalurkan Perumda Tirta Khatulistiwa kian menguat di tengah musim kemarau. Warga mempertanyakan apakah pihak pengelola benar-benar mengolah air sesuai standar, atau hanya menyedot air sungai lalu mendistribusikannya begitu saja.

Sejumlah warga di kawasan Jalan Hijas, BLKI Gang Hijrah, hingga Jeruju melaporkan air keran berwarna keruh, terasa asin, dan sulit digunakan untuk mencuci karena sabun tidak berbusa. Padahal, pelanggan tetap dibebankan tagihan setiap bulan.

“Katanya air ledeng bersih, kenyataannya keruh dan asin, sabun pun tak berbusa. Mending langsung ke sungai, tak bayar,” ujar Eko, warga BLKI Gang Hijrah.

Keluhan serupa disampaikan Dedi Laes, warga Jeruju. Ia membandingkan dengan era 1990-an saat kemarau panjang — saat itu air dari PDAM masih layak digunakan untuk minum dan masak. “Ini ape, udalah keroh, masin pula,” katanya.

Intrusi air laut dan penurunan debit sungai di musim kemarau memang dapat menurunkan kualitas air baku. Namun warga mempertanyakan: di mana proses pengolahan yang seharusnya menetralkan kekeruhan dan kadar garam sebelum air dialirkan ke rumah pelanggan?

Masyarakat berhak mengetahui data pengujian kualitas air, proses pengolahan yang dijalankan, serta langkah antisipasi jangka panjang. Jika air yang diterima tidak memenuhi standar kesehatan, maka pembayaran rutin yang dilakukan warga menjadi tidak sebanding dengan layanan yang diterima.

Pemerintah daerah, DPRD, dan pihak pengelola diminta memberikan penjelasan terbuka serta solusi konkret. Air bersih adalah kebutuhan dasar — bukan sekadar air yang mengalir, melainkan air yang aman dan layak digunakan.

Ruangan hak jawab dan klarifikasi terbuka seluas-luasnya bagi pihak Perumda Tirta Khatulistiwa serta instansi terkait.

(Tim Red/D)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *