Kasus M.Budiyanto Kembali Menyita Perhatian: Kepercayaan Dihianati, Kerugian Pengusaha Jakarta Makin Membesar

Sebar Info Ini

Sinardetektif.com SINGKAWANG – Nama M. Budiyanto atau akrab disapa A’on kembali mengguncang masyarakat Kalimantan Barat. Belum usai sorotan terkait dugaan penggelapan dana mencapai Rp8,5 miliar milik pengusaha asal Jakarta, kini bermunculan temuan baru yang semakin memperberat dugaan tersebut.

Sejak kasus awal terbongkar, pemilik modal yang berpusat di Jakarta, Andi, melakukan audit mendalam terhadap seluruh pengeluaran yang diklaim Budiyanto selama periode tahun 2024 hingga 2026. Hasilnya sungguh mengejutkan: ditemukan banyak sekali kejanggalan, di mana dana yang dicairkan ternyata tidak digunakan untuk kepentingan perusahaan.

“Saya sangat kecewa bertubi-tubi. Selama ini saya berikan kepercayaan sepenuhnya kepada Budiyanto untuk mengurus segala biaya operasional kantor hingga kebutuhan karyawan, namun justru momen kepercayaan ini dimanfaatkannya untuk berbuat curang,” ungkap Andi.

Dari pemeriksaan ulang juga terungkap fakta baru: satu unit kendaraan dinas jenis Toyota Rush milik perusahaan dijual oleh Budiyanto seharga Rp127 juta. Uang hasil penjualan itu langsung masuk ke rekening pribadi atas nama Budiyanto, namun tidak pernah disetorkan kembali ke kas perusahaan.

Terbaru, terungkap pula hilangnya uang tunai sebesar Rp150 juta yang seharusnya diserahkan kepada pemilik modal. Budiyanto sempat beralasan dana tersebut digunakan untuk membantu pengurusan karyawan yang tersandung kasus narkoba.

Namun keterangan itu terbantah setelah penelusuran ke sejumlah karyawan. Dana itu justru diduga digunakan untuk menebus kendaraan pribadi milik Budiyanto yang sempat disita sebagai barang bukti dalam perkara narkoba di Polres Singkawang.

Bahkan bermunculan dugaan lain yang lebih serius: barang bukti narkotika jenis sabu yang menjerat karyawan tersebut sejatinya adalah milik Budiyanto sendiri.

Rangkaian temuan ini membuat total kerugian yang ditanggung perusahaan terus bertambah tanpa henti.

Terkait hal ini, Riki selaku perwakilan Ikatan Wartawan Online (IWO) wilayah Singkawang sekaligus insan pers Kalbar menyampaikan keprihatinan yang mendalam.

“Hal ini sangat mencoreng nama baik dunia pers, apalagi selama ini ia berlindung di balik organisasi yang membawa nama jurnalistik. Kami minta Aparat Penegak Hukum segera menelusuri dan mengusut tuntas semua informasi yang berkembang,” tegas Riki.

Pihaknya juga mendesak agar Budiyanto yang saat ini menghindar dan tidak diketahui keberadaannya segera ditemukan.

“Kami minta APH memproses hukum secepatnya jika semua dugaan ini terbukti benar. Perbuatan yang terus-menerus dilakukan sangat meresahkan masyarakat, kerugian kian bertambah, dan kepercayaan publik terus terkikis,” tambahnya.

Hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan demi keadilan bagi semua pihak yang dirugikan.

(RA/Sfn)

Publisher (D)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *