Mandailing Natal – Sumatra Utara -sinadetektif.com – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Panabari, perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), kembali menelan korban jiwa. Seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa longsoran material di lokasi tambang ilegal tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, korban merupakan warga Desa Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Setelah insiden tragis tersebut, jenazah korban dilaporkan telah dimakamkan di Jorong Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Minggu (9/8/2026).
Guna menguji perimbangan berita dan memastikan kebenaran informasi lapangan tim awak media yang diwakili dari melayangkan surat konfirmasi secara tertulis kepada terduga pemilik alat berat sekaligus pengelola lokasi tambang (Toke PETI) berinisial I.J.P.
Dalam konfirmasi tersebut, wartawan mengajukan sembilan poin pertanyaan krusial, antara lain mengenai:
Status kepemilikan alat berat dan status kerja korban di bawah bendera I.J.P.
Kebenaran insiden kecelakaan kerja/longsor yang menewaskan korban.
Waktu, lokasi pasti, dan kronologi lengkap kejadian.
Kondisi korban saat ditemukan dan langkah tanggap darurat yang diambil pengelola.
Upaya penanganan dengan pihak keluarga (termasuk dugaan kesepakatan biaya pemakaman) serta pelaporan resmi ke pihak kepolisian.
Jawaban Menantang dan Tudingan Balik
Namun, alih-alih memberikan klarifikasi transparan mengenai insiden keselamatan kerja yang merenggut nyawa manusia tersebut, terduga pengelola tambang I.J.P. justru merespons konfirmasi media dengan nada cetus”SAYA TIDAK TAU SIAPA YANG BILANG”oleh I.J.P. saat dibalas pesan konfirmasi untuk mengisi 9 point pertanyaan krusial I.J.P membalas “GAK ADA HAK SAYA MENGISI PERTANYAAN KALIAN”
Jika ditranslasikan pesan tersebut bermakna
Sikap defensif dan respons yang melenceng seolah olah I.J.P tidak tahu menahu tentang kejadian tersebut dan kegiatan PETI yang berkegiatan disaat disimpulkan dari substansi pertanyaan keselamatan jiwa ini makin memperkuat spekulasi publik terkait lemahnya pengawasan dan besarnya potensi intimidasi di kawasan PETI Panabari.
Desakan Penegakan Hukum
Desakan dari warga sekitar perbatasan Madina–Tapsel kini menguat. Masyarakat meminta aparat kepolisian setempat supaya cepat turun tangan menyelidiki secara tuntas aktivitas tambang emas ilegal di Panabari yang telah memakan korban jiwa, sekaligus memeriksa oknum-oknum pengelola di balik kepemilikan alat berat berinisial I.J.P.
Hingga berita ini diturunkan, tim media masih terus mengumpulkan fakta penunjang dan berupaya berkoordinasi dengan instansi Kepolisian serta pihak keluarga korban untuk memastikan keadilan bagi mendiang pekerja tambang tersebut.





