Warga Gidosebua Di Anak Tirikan, Minta Gubernur Sumut Segera Turun Melihat Jalan Longsor

Sebar Info Ini

GunungsitoliSumatra Utara –  sinardetektif.com – Ruas jalan di lingkungan Gidosebua, Dusun III, Desa Tetehosi I, longsor total sejak Januari 2022 akibat diterjang banjir. Dulu jarak jalan dengan aliran sungai sekitar 100 hingga 200 meter, namun pinggiran sungai perlahan terkikis hingga akhirnya meruntuhkan badan jalan tersebut, Jumat 17/07/2026.

Hingga kini sudah lebih dari enam tahun berlalu, belum ada tanggapan maupun perbaikan dari Pemerintah Kota Gunungsitoli. Masalah ini pun sudah berkali‑kali diberitakan sejak tahun 2022, 2023 hingga sekarang, namun tetap tak ada tindakan nyata.

Saat ini warga hanya bisa melewati jalan pengganti selebar sekitar 80 sentimeter yang dulunya dibangun menggunakan anggaran Pemerintah Kota. Jalan itu sangat berbahaya sering berlumpur, banyak batu besar, hanya cukup dilalui satu arah, tidak bisa dilewati dua kendaraan secara bersamaan, dan sering menimbulkan kecelakaan hingga banyak pengendara terjatuh.

Pemerintah Kota beralasan kerusakan ini harus ditangani oleh Pemerintah Provinsi karena biaya perbaikannya sangat besar. Namun hingga kini belum ada kejelasan, apalagi telah terjadi pergantian kepemimpinan di lingkungan Pemkot Gunungsitoli.

Jalan ini merupakan urat nadi pengangkutan hasil pertanian, alat kerja, hingga bahan bangunan. Akibat terputus, kehidupan ekonomi warga sangat terhambat dan biaya angkutan menjadi jauh lebih mahal.

“Kami merasa seolah‑olah dianak‑tirikan. Secara titik koordinat wilayah ini berbatasan dengan kabupaten lain, padahal mayoritas penduduknya adalah warga Kota Gunungsitoli,” ungkap warga setempat.

Melihat kesempatan Gubernur Sumatera Utara Bobby Arif Nasution sedang berkunjung ke Puflau Nias, warga memohon agar beliau berkenan meninjau langsung lokasi tersebut. Harapan besar disampaikan agar jalan ini segera mendapatkan penyelesaian yang layak.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *